Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Majene,
sejak sepekan terakhi mulai melakukan validasi data terhadap 2.166 calon
peserta PKH yang tersebar di enam kecamatan. Kelurahan Baruga mendapat jatah sebanyak 61 KK yang akan divalidasi oleh fasilitator kecamatan banggae timur.
Koordinator Pendamping PKH Majene Syofian Ali menjelaskan, saat ini
sebelas pendamping PKH di Kecamatan Banggae, Banggae Timur, Pamboang,
Sendana, Tammeroddo, serta Malunda tengah melaksanakan pertemuan awal
dan memvalidkan data Keluarga Sangat Miskin (KSM).
“Sebelumnya kami sudah melakukan tahapan awal, yakni sosialisi pada
seluruh Kecamatan, Desa, Kelurahan, serta Fasdik dan Faskes yang menjadi
mitra kerja kami,” jelasnya, Rabu 6 November.
Menurut Syofian, proses validasi dilakukan untuk mencocokkan data ril
di lapangan dengan data yang dimiliki oleh para pendamping yang berasal
dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Sebab data tersebut merupakan hasil pendataan Badan Pusat Statistik
(BPS) tahun 2011, sehingga dimungkinkan terjadinya perubahan dalam
beberapa tahun terakhir.
“Jumlah calon peserta PKH kami pastikan tidak akan bertambah. Justru data itu kemungkinan akan berkurang,” ketusnya.
Mereka yang memiliki data tidak valid tidak akan digantikan oleh KSM
lainnya, sebab hasil validasi data tersebut harus dikirim ke pemerintah
pusat. Hasil validasi data itulah, kata Syofian, yang nantinya akan menjadi
rujukan pemerintah pusat dalam menerbitkan daftar calon penerima program
bantuan tunai bersyarat.
PKH adalah program perlindungan sosial dalam bentuk pemberian uang
tunai kepada rumah tangga sangat miskin, selama rumah tangga tersebut
memenuhi kewajibannya.
Bantuan tersebut meliputi dua komponen, yakni pendidikan bagi
keluarga yang memiliki anak usia sekolah SD dan SMP. Serta komponen
kesehatan yang mengakomodir ibu hamil dan nifas, serta memiliki balita
usia 0 sampai 6 tahun. ( Radar Sulbar on )
0 komentar:
Posting Komentar